
Perkuat Pengawasan Pemilu, Unmer Pasuruan dan Bawaslu Kota Pasuruan Jalin MoA dan Gelar FGD
Universitas Merdeka (Unmer) Pasuruan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan. Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang berlangsung di ruang rapat kampus Unmer Pasuruan. Sinergi ini dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya kaum akademisi, untuk mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan transparan.
Setelah prosesi penandatanganan MoA, acara langsung dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Bawaslu dan Perguruan Tinggi dalam Mengawal Keadilan Pemilu”. Agenda ini menghadirkan jajaran komisioner Bawaslu Kota Pasuruan, rektorat, dosen, serta perwakilan mahasiswa Unmer Pasuruan.
Dalam sambutannya, Rektor Unmer Pasuruan menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam menjaga arah demokrasi bangsa. Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi mahasiswa dan dosen dapat mengambil peran aktif sebagai pengawas partisipatif. “Kerja sama ini bukan sekadar seremonial di atas kertas. Kami ingin mahasiswa Unmer Pasuruan menjadi mata dan telinga yang ikut serta menjaga integritas pemilu di lapangan, sekaligus menjadi agen edukasi politik yang sehat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, keterbatasan personel Bawaslu membuat keterlibatan elemen masyarakat, terutama perguruan tinggi, menjadi krusial. “Perguruan tinggi adalah gudangnya intelektual. Dengan idealisme yang dimiliki mahasiswa dan analisis kritis para dosen, kami yakin pengawasan pemilu di Kota Pasuruan akan semakin kuat dan berkualitas,” ungkapnya.
Dalam sesi FGD yang berlangsung dinamis, beberapa poin penting berhasil dirumuskan untuk mengimplementasikan MoA tersebut, antara lain pendidikan politik dan sosialisasi dalam mengintegrasikan isu-isu pengawasan pemilu ke dalam kuliah umum. Penyediaan wadah pengaduan dalam membuka peluang bagi mahasiswa untuk ikut serta dalam program relawan pengawas pemilu. Kolaborasi kajian hukum dan riset antara dosen dan Bawaslu terkait potensi pelanggaran pemilu dan pemetaan kerawanan sosial di Kota Pasuruan.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen dari kedua belah pihak untuk segera menurunkan tim teknis guna mengeksekusi poin-poin kerja sama yang telah disepakati. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan pelaksanaan pesta demokrasi ke depan dapat berjalan dengan lebih kondusif dan berkeadilan.










